Langsung ke konten utama

Menata Hidup Dengan Perbanyak Sujud

Rangkaian Safari Ramadhan Kakanwil Kemenag Sultra di Kab. Kolut

(Humas Kemenag Sultra) —- Dari semua nikmat yang diciptakan oleh Allah SWT dan diperebutkan oleh manusia dalam kehidupannya, puncaknya adalah ketika seorang hamba dekat dengan tuhannya melalui sujudnya.
Demikian dikatakan Kakanwil kementerian Agama Provinsi Sulawesi Tenggara, Drs. KH. Mudhar Bintang, saat mengisi ceramah Ramadhan di Masjid Jami’ Nurul Hilal Lasusua, dalam rangkaian Safari Ramadhan Kanwil Kemenag Sultra di Kolaka Utara, Rabu (1/8).
“Untuk membangun masyarakat, mengembangan masyarakat, mensejahterakan masyarakat, menurut kakanwil, kuncinya hanya dua yaitu ciptakan masyarakat-masyarakat yang banyak bersujud dan ciptakan manusia-manusia cerdas,” Ujarnya.
Mengutip firman Allah SWT yang berbunyi “Innafi khalkis samawati wal ardhi, wah tilafi laili wan nahar la ayati li ulil albab,” Kakanwil menuturkan bahwa ayat ini turun pada bulan suci ramadhan ketika Rasullulah SAW berada pada akhir sujudnya sampai-sampai lupa bangkit, olehnya itu Disitulah puncaknya kita melakukan perintah agama ketika kita bersujud memohon keberkahannya.
Diakhir ceramahnya Kakanwil mengatakan bahwa Menata hidup ini adalah ketika kita memperbanyak sujud dan rukuk. Rasullah SAW dalam menata hidup, memprogramkan hidup memecahkan hidupnya semuanya dalam shalat.
“Ketika kita menikmati sujud, bukan sujudnya tetapi apa dibalik sujud itu maka Dibalik situlah kebutuhan kita sehingga Terbentuk kebahagiaan hidup,” pungkasnya.
Selain mengisi ceramah ramadhan, rombongan kemenag memberikan sumbangan berupa Al Qur’an dan uang tunai kepada 10 masjid di Kolaka Utara. Safari ini juga menyertakan para dai sebanyak 15 orang untuk mengisi ceramah agama disejumlah msasjid di Kota Lasusua.

http://sultra.kemenag.go.id/index.php?a=berita&id=100512

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kebiasaan baik beristighosah

Setiap jum'at pagi MI Islamiyah Ngujung dan MTs Al-Irsyad Ngujung berkumpul bersama di Masjid Jami' Baiturrohman Desa Ngujung Kecamatan Temayang Kabupaten Bojonegoro dalam rangka mempererat silaturrohim antar lembaga pendidikan di bawah naungan Kementerian Agama dan LP Ma'arif Bojonegoro dirangkai dengan kegiatan Istighosah memohon pertolongan Allah agar kegiatan belajar tholabul ilmi di kedua lembaga tersebut mendapat taufiq dari Allah sehingga siswa dan siswinya memperoleh ilmu yang bermanfaat dan barokah beriman, bertaqwa, dan berilmu. #kemenagri #kemenagjatim #kemenagbojonegoro # paudbintangkejorangujungtemaya ngbojonegoro # raislamiyahngujungtemayangbojo negoro # miislamiyahngujungtemayangbojo negoro # mtsalirsyadngujungtemayangbojo negoro

Kisi-Kisi Ujian Ma'arif NU Tahun 2019-2020

Langsung saja tanpa kanan kiri untuk ujian UAMNU kisi-kisinya dapat di download dengan klik gambar di bawah ini

Pelajaran 3 Kelas 6 Mad

Menurut bahasa Mad adalah panjang Menurut istilah Mad adalah memanjangkan bacaan al-Quran tatkala ada huruf mad Huruf mad ada 3 yaitu : ا,و,ي Mad dibagi menjadi 2 : mad asli (mad Thobi'i) dan mad Far'i A. Mad Asli atau di sebut Mad thobi'i dengan ketentuan sebagai berikut : -  huruf berbaris fathah bertemu dengan alif - huruf berbaris kasroh bertemu dengan ya mati - huruf berbaris dhommah bertemu dengan wawu mati Panjangnya adalah 1 alif atau dua harokat. B. Mad Far'i di bagi menjadi 13 1) Mad Wajib Muttashil Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam satu kata. Panjangnya adalah 5 harokat atau 2,5 alif. (harokat = ketukan/panjang setiap suara) 2) Mad Jaiz Munfashil Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan hamzah dalam kata yang berbeda. Panjangnya adalah 2, 4, atau 6 harokat (1, 2, atau 3 alif). 3) Mad Aridh Lisukuun Yaitu setiap mad thobi’i bertemu dengan huruf hidup dalam satu kalimat dan dibaca waqof (berhenti). Panjangn...