Jakarta (Pinmas)—Bangsa Indonesia nyaris kehilangan budaya malu, disebabkan untuk mengukur kemajuan atau sukses suatu bangsa lebih menggunakan pendekatan pada sumber daya, kesukuan dengan menjauhkan budaya hidup positif dalam kehidupan sehari-hari. Sukses suatu organisasi, negara dan seseorang sesungguhnya juga ditentukan pada budaya hidup, bukan pada kemampuan tingkat kecerdasan, warna kulit dan sumber daya alam yang dimiliki, kata trainer leadership Imam Muhtadi pada pelatihan pembinaan mental bagi pegawai Biro Kepegawaian Kementerian Agama di Hotel Salak, Bogor, Kamis. Sekitar 150 orang hadir pada kegiatan itu,. Imam Muhta menambahkan, Budaya hidup sangat menentukan bagi kemajuan suatu bangsa. Budaya malu perlu dikedepankan, sebab seberapa besar tingkat kesalahan seseorang akan mempengaruhi kinerja suatu organisasi. Jika yang bersangkutan salah, lantas mundur dan melepas jabatannya merupakan sikap terpuji sebelum ke depannya merugikan banyak orang, Hal itu b...